Awalnya Kubit,Akhirnya MeterPada tahun 1999 sebuah pesawat luar angkasa yang menjelajah orbit planet Mars mengalami kecelakaan.Setelah diselidiki ternyata petaka tersebut disebabkan bukan kurang canggihnya teknologi yang dipakai.
Ternyata karena perbedaan satuan panjang yang dipakai NASA. Sebagian anggota tim menggunakan satuan meter, sedangkan anggota lainnya memakai satuan ala Inggris yaitu feet atau kaki.
Jauh sebelum kasus itu,keanekaragaman ukuran juga bikin ulah.Pada abad ke-13,Ramses II,raja Mesir kala itu merasakan kesulitan serupa.Pembangunan Piramid menjadi sukar, karena setiap daerah kekuasaannya mengirimkan batuan berbeda ukuran.Hingga akhirnya Ramses II,merentangkan lebar tangannya,dan berkata "Sejak sekarang, satuan panjang yang dipakai hanyalah satu:Jarak dari sikuku hingga ujung jari tengahku". Maka lahirlah sebuah satuan standart satuan panjang di Mesir yang dinamakan Kubit.Berasal dari bahasa latin Cubitus yang berarti Siku.
Pada abad ke-18,dunia kembali dipenuhi berbagai satuan panjang :kaki, inci, yard,dan sebagainya. Bahkan sebuah satuan yang samapun ternyata dimaknai berbeda di masing-masing negara.Ada yang dinamakan kaki Belanda, kaki Jerman, kaki Italia, dan lainnya. Lebih membingungkan lagi,perbedaan pun terjadi dalam setiap negara.Saat ini terdapat 55 buah jenis standart satuan kaki di Belanda, dan 30 buah di Jerman.
Untuk mengatasinya, Mouton, matematikawan Prancis,mengusulkan agar dibuat standart satuan panjang yang global. Patokan yang akan dipakai adalah bumi.Maka dengan bantuan pemerintah Prancis, survei dan pengukuran dilakukan bertahun-tahun. Akhirnya sebuah,standart satuan panjang yang baru diumumkan,yaitu meter (berasal dari bahasa Yunani,metron,yang berarti mengukur).
Berapa besarnya nilai satu meter,waktu itu ada dua kubu yang bersaing. Satu kubu menyarankan definisi satu meter sebagai panjang setengah lintasan pendulum yang bergerak selama satu detik.Sementara kubu lain mengusulkan satu meter sebagai satu persepuluh juta
panjang seperempat bumi (diambil garis lurus yang menghubungkan kutub melalui Paris,hingga ke Katulistiwa).
Tahun 1791,segera setelah meletusnya Revolusi Prancis,Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis Memilih definisi kedua dengan alasan, gaya gravitasi bumi berbeda untuk setiap lokasi.Perbedaan itu nantinya bisa berpengaruh terhadap lintasan pendulum.Pada 22 Juni 1799 dibuatlah sebuah prototipe pertama ukuran 1 m yang berupa batang Platinum. Waktu itu,ukuran 1 m agak kependekkan 0.2 mm akibat kesalahan hitung peneliti.Tahun 1889 prototipe baru dibuat dari campuran antara Platinum dan 10% Iridium yang diukur pada titik beku.Diharapkan kesalahnnya hanya 0.0001.Tahun 1927 ukuran meter sudah benar-benar tepat.
Definisi meter pada tahun 1889,diganti dengan definisi baru pada Conference Generale des Poids et Mesures(CGPM)tahun 1960.Mengacu pada gelombang radiasi Krypton-86. Tahun 1983,dalam forum yang sama,definisi diubah kembali untuk meminimalkan ketidakpastian.Definisi baru 1 m adalah panjang lintasan yang
dilalui cahaya pada ruang hampa selama interval waktu satu per 299.792.458 detik. (dikutip dari berbagai sumber)